Halloween Costume ideas 2015
April 2016


Zombie, Pahlawan, Tokoh Muslim Afrika Yang Dihapus Sejarahnya
Sebelum saya menuliskan tentang Zombie, tentunya sahabat-sahabatku sudah sangat akrab dengan kata Zombie. Zombie dalam dunia perfileman adalah makhluk ganas sekaligus menyeramkan, membunuh bahkan menjadikan mangsanya setelah dihisap darahnya akan menjadi seperti kelompok mereka, Zombie. Waqila pertama kali yang menulis novel bertemakan Zombie adalah orang barat yang bernama W.B. Seabrook dengan judul The Magic Island. Novel yang katanya legendaris tersebut kemudian pada tahun 1932, oleh Victor Halperin diarahkan pada film horor Zombie, film tersebut dibintangi Bela Lugosi. Film, memanfaatkan tema zombie voodoo sama seperti buku Seabrook dari tiga tahun sebelumnya, sering dianggap sebagai film zombie pertama yang sah yang pernah dibuat pada tahun1932.

Bukan cuma itu, selain novel dan perfileman, tokoh Zombie juga dihancurkan nama baiknya dengan merilis game player, yang dulu saya juga pernah memainkannya.

Mi'ah min 'Udhama Ummah al-Islam Ghayyaru Majra at-Tarikh, atau 100 Tokoh Umat Islam Yang Dirubah Dalam Sejarahnya. Kitab yang ditulis oleh Ulama Mesir yang bernama Muhammad bin Malik az-Zaghaby al-Maliky, termasuk guru besar di al-Azhar ini memberikan pencerahan seperti nama judul kitab, tidak lain tentang 100 tokoh Islam yang dirubah dalam tatanan sejarah. al-HamdulilLah, saya telah membaca beberapa diantaranya tentang Zombie, pada halaman 291. Uniknya kitab ini setiap akhir dari cerita diikuti kalimat 'yattabi'' ikutilah sejarah yang benar, seperti pengakuan beliau dalam Muqadimah kitab.

Dulunya Islam telah memasuki daerah Eropa, termasuk diantaranya Brazil. Imbas dari perang salib, kemudian Amerika pada dalam kekuasaannya politik dunia terbagi menjadi dua bagian, bagian selatan dan utara. Bagian selatan dikuasai oleh Portugis & Sepanyol, sedangkan bagian utara dikuasai oleh Inggris & Perancis. az-Zaghabi juga mengatakan bagian utara mempengaruhi penduduk setempat dengan mengatakan:
الهندي الجيد هو الهندي الميت فقط
Hindi yang baik, hindi yang mati; Lebih baik hindi dibunuh.., lebih baik hindia dimatikan.

Sedangkan dibagian selatan membuat pertisi:
اقتل ثم انهب ثم انقل
Bunuh mereka, cukup penderitaan kami, usir mereka.

Kemungkinan kuat, kata hindi ini merujuk pada tentara mongol, yang berkuasa diwaktu itu. Kemudian mereka hampir menguasai seutuhnya daerah Amerika, dan mereka membantai habis penduduk setempat. Pada tahun 1538 Portugis benar-benar menguasai Brazil, menguras habis kekayaan bumi mereka. Setelah Portugis melebarkan kekuasaan mereka di Afrika kemudian menjadikan penduduk setempat sebagai budak dan dikirim ke Brazil untuk kerja paksa. Az-Zaghabi mengatakan kejadian ini berlangsung lebih dari 40tahun, dan Umat Islam yang dijadikan budak di Brazil mencapai lebih dari 642.000, orang-orang yang berkulit hitam asal Afrika.

Pada intinya, kemudian muncul Zombia yang memimpin perlawanan keras terhadap kolonial Portugis di Brazil, selain itu Zombie dibantu oleh Voholha Nara dan Aazounam. Untuk yang terakhir ini yang paling gencar mengajarkan al-Qur'an hadits dan hukum-hukum Islam. Mereka diberikan kemenangan yang gimilang pada tahun 1643, dan berhasil mendirikan kesultanan Islam di Brazil. Perlawanan kepada para kolonial terus berlangsung. az-Zaghabi mengatakan kesultanan ini mampu bertahan hingga 50 tahun, kemudian mampu kembali dikalahkan olagi oleh kolonial Portugis pada tahun 1643.

Demikain gambaran Zombie, seorang pejuang Islam yang diubah sejarahnya menjadi hantu yang seram dan menakutkan di Brazil. Wallahu a'lam. Tulisan ini sangat ringkas, jika berkenan silahkan download kitab az-Zaghabi: Mi'ah min 'Udhama Ummah al-Islam Ghayyaru Majra at-Tarikh berikut: http://waqfeya.com/book.php?bid=9816


Sumber:


Sebelum saya bercerita, sekiranya dhabb (biawak padang pasir) berbeda dengan biawak yang lazim di Indonesia, beberapa Ulama mengemukakan haram biawak selain biawak padang pasir, karena memang berbeda. Dhab (biawak padang pasir) selain rasanya lezat, waqila dapat digunakan untuk menyembuhkan beberapa macam penyakit. Akan tetapi selain kelezatan dan juga dapat digunakan penyembuhan beberapa penyakit, dhabb juga pernah menyaksikan kenabian Nabi Muhammad , dan mengimankan orang Arab Badui dari Bani Sulaim. Diriwayatkan, dari Amirul Mukminin Umar Ibnu Khattab radliyalLahu 'anh:

Suatu ketika, Rasulullah sedang berjalan bersama dengan sekumpulan para sahabat,tiba-tiba datang seorang Arab Baduwi dari Bani Sulaim ke hadapan Rasulullah. Ia membawa seekor biawak padang pasir (dhab) yang ditangkapnya dan berazam untuk membakar hewan tersebut, untuk dimakan.

Melihat segerombolan pejalan kali, ia tertarik untuk mendekati dan bertanya siapakah gerangan yang sedang mereka iringi. Ketika ia diberitahu bahawa mereka sedang mengiringi Nabi Muhammad maka ia terus mendekati Nabi , lantas berkata "Demi tuhan Lata dan Uzza, tiadalah sesuatu yang terdapat di alam ini yang lebih kubenci daripada kamu wahai Muhammad!, kalaulah tidak karana aku khawatir kaumku memanggilku dengan panggilan yang tergesa-gesa, tentulah aku sudah memenggal kepalamu, lalu aku dapat menggembirakan hatiku dan hati semua manusia yang berkulit hitam,putih, merah dan kaum-kaum selainnya.!”

Umar al-Khattab menjadi naikpitam, marah yang sangat, lalu bangkit dan berkata “Wahai Nabi! Biarlah saya mengakhiri hidupnya!”

Nabi Muhammad tenang menjawab permintaan Umar : “Wahai Umar!, Tidakkah engkau tahu bahawa orang yang lemah lembut itu hampir diangkat menjadi Nabi?” Nabi kemudian berkata kepada Arab Baduwi tersebut “Apa yang menyebabkan engkau berkata demikian? Sepatutnya engkau menghormatiku dalam perhimpunan bersama sahabatku!”

Arab Baduwi tersebut tidak mengalah, bahkan sebaliknya berkata “Demi tuhan Lata dan Uzza! Aku takkan beriman kepadamu wahai Muhammad, hingga biawak ini beriman kepadamu,”

katanya sambil mengeluarkan biawak itu lalu melemparkannya ke hadapan Nabi Muhammd . Lalu beliau memanggil biawak itu. Kedengaran biawak itu menjawab dalam Bahasa Arab yang fasih dan difahami oleh semua yang hadir “Iya, wahai Sang Nabi utusan Allah”

Nabi bertanya; “Kepada siapakah engkau beriman?” Jawab biawak itu; “Saya beriman kepada tuhan yang a’rasy-Nya berada dilangit, kekuasaan yang ada di bumi itu atas kekuasaannya, di lautan itu anugrah jalanNya, di syurga itu rahmat-Nya dan di neraka itu azabNya!”

Tanya Nabi Muhammad lagi; “Aku ini siapa wahai biawak?”. Jawab biawak; “Tuan adalah Utusan Allah, yang memiliki sekelian alam! Amatlah beruntung orang yang menyokong perjuangan tuan, dan binasalah orang yang mendustakan tuan!”

Mendengar kata-kata biawak itu, Arab Badwi tersebut lantas berkata; “Wahai Muhammad! Sebelum ini engkau merupakan orang yang paling aku benci, tetapi hari ini engkaulah orang yang paling aku kasihi, lebih aku kasihi daripada bapaku dan diriku sendiri, semoga engkau kasihi zahir & batinku.” Kemudian badui tersebut mengucapkan kalimah syahadat di hadapan semua yang hadir.

||Wallahu a'lam, Kisah ini dapat kita jumpai di asy-Syifa bi Ta’rif Huquq al-Mustofa karangan al-Imam al-Allamah al-Qadhi ‘Iyadh, Imam Baihaqi juga menyebutkan dalam Dalailun Nubuwah, begitu juga Ibnu Katsir dalam Bidayahnya.

Jogjakarta, Rabo 27/04/2016

Streamtosoccer.com

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget