Halloween Costume ideas 2015

Pembelajaran Kooperatif

Menurut Slavin, “Cooperative learning is instructional approaches in which students work in small mixed-ability groups.”[1] Pembelajaran kooperatif adalah sebuah pendekatan instruksional dimana siswa dibentuk dalam kelompok kecil yang memiliki kemampuan berbeda.
The general principle behind cooperative learning is that the students work together as a team to accomplish a common goal, namely that each student learns something of value from the cooperative learning activity.[2] Prinsip umum dari pembelajaran kooperatif adalah siswa bekerja bersama-sama sebagai tim untuk mencapai tujuan bersama, masing-masing siswa belajar sesuatu nilai dari aktivitas pembelajaran kooperatif.
Pembelajaran kooperatif mengandung pengertian sebagai suatu sikap atau perilaku bersama dalam bekerja atau membantu sesama dalam struktur kerja sama yang teratur dalam kelompok, terdiri dari dua orang atau lebih di mana keberhasilan kerja sangat dipengaruhi oleh keterlibatan dari setiap anggota.[3]
Pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran yang dilakukan dengan cara bersama-sama dan berkelompok dalam proses pembelajaran untuk mencapai tujuan bersama. Dalam pembelajaran ini unsur individualistis dan kompetitif tidak terlalu kentara. Karena penyatuan kelompok dibentuk tanpa memandang siswa yang pandai harus dengan siswa pandai dan siswa yang kurang pandai harus dengan siswa kurang pandai pula. Pembentukan kelompok ini ditempuh dengan mempertimbangkan kemampuan dan kompetensi siswa sebelumnya.
Model pembelajaran kelompok atau kooperatif merupakan rangkaian kegiatan belajar yang dilakukan oleh siswa dalam kelompok-kelompok tertentu untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan.[4]
Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan kemampuan akademik, keterampilan berpikir, mengintegrasikan dan menerapkan konsep pengetahuan, memecahkan masalah dan meningkatkan harga diri.[5]
Islam sejalan dengan model pembelajaran kooperatif, sebab mengakui adanya persamaan dan perbedaan yang ada pada manusia. Meskipun mengakui, adanya persamaan dan perbedaan tersebut bukan untuk dipertentangkan, saling menghina, mengejek, atau menyakiti, melainkan disinergikan dan dipergunakan untuk saling tolong-menolong dan membantu.[6]
Dalam pembelajaran kooperatif, siswa akan saling membantu dan tolong-menolong dalam kebaikan tanpa memandang perbedaan. Allah Swt. memerintahkan manusia untuk saling tolong-menolong dalam kebaikan dan takwa. Allah Swt. berfirman:
...وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلا تَعَاوَنُوا عَلَى الإثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ (سورة المائدة:۲)
Artinya: “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kamu kepada Allah, sungguh, Allah sangat berat siksa-Nya.” (Q.S. Al Maidah [5]: 2)[7]
Di surah dan ayat yang lain, dijelaskan bahwa Allah Swt menciptakan manusia berbeda-beda baik gender, etnis, bangsa, dan suku dengan tujuan untuk saling mengenal. Tentu maksudnya bukan hanya saling mengenal tetapi saling membantu, saling berinteraksi, berkomunikasi, dan bersinergi.
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ(سورة الحجراة:۱۳)
Artinya: “Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling kenal mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti.” (Q.S. Al Hujarat [49]: 13)[8]
Selain dari Al Qur’an, Rasulullah Saw. juga mengajarkan konsep belajar interaktif dan kooperatif kepada para sahabatnya. Rasulullah Saw.bersabda:

تَعَلَّمُوْا مِنَ الْعِلْمِ مَا شِئْتُمْ فَوَاللهِ لاَتُؤْجَرُوْنَ بِجَمْعِ الْعِلْمِ حَتَّى تَعْلَمُوْا (رواه ابو الحسن بن الاخزم عن انس)
Artinya: “Pelajarilah ilmu pengetahuan menurut pilihanmu, maka demi Allah, sesungguhnya kamu tidak akan mendapatkan pahala dari semua ilmu yang kamu kumpulkanm sehingga engkau mengamalkan (mengajarkan)-nya.” (HR. Abu al-Hasan bin al-Ahzam dari Anas)[9]
Rasulullah Saw.menekankan bahwa ilmu pengetahuan yang diperoleh dan dikumpulkan akan sia-sia atau tidak mendapat pahala, jika ilmu pengetahuan tersebut tidak diamalkan atau tidak diajarkan kepada orang lain. Konsep ini terdapat pula di pembelajaran kooperatif dimana siswa yang memiliki kemampuan tinggi hendaknya membantu siswa yang memiliki kemampuan rendah. Kemampuan yang tinggi akan sia-sia jika anggota kelompok lainnya tidak mengerti dan menguasai tujuan pembelajaran yang hendak dicapai.


[1]Robert E. Slavin, Educational Psychology: Theory and Practice, (Boston: Pearson Education, 2012), h. 229
[2]Courtney K. Miller and Reece L. Peterson, Creating a Positive Climate Cooperative Learning, 2015, (www.indiana.edu/~safeschl)
[3]Etin Solihatin dan Raharjo, Cooperative Learning Analisis Model Pembelajaran IPS, (Jakarta: Bumi Aksara, 2008), Cet. II, h. 4
[4]Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, (Jakarta: Prenada Media Group, 2012), Cet. IX, h. 241
[5]Nana Syaodih dan Erliany Syaodih, Kurikulum dan Pembelajaran Kompetensi, (Bandung: PT Refika Aditama, 2012), h. 147
[6]Abuddin Nata, Perspektif Islam tentang Strategi Pembelajaran, (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2009), h. 158
[7]Al-Qur’an, Ar-Rahim (Al-Qur’an dan Terjemahan), (Bandung: Mikraj Khazanah, 2013), h. 106
[8]Ibid., h. 517
[9] Abuddin Nata, op. cit., h. 279

Labels:

Post a Comment

Streamtosoccer.com

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget