Halloween Costume ideas 2015

Rasulullah SAW Marah Kepada Abu Bakar


Sedekat apapun persahabatan dan persaudaraan Abu Bakar dengan Rasulullah Saw, dan seberapa besar Rasulullah Saw menyayangi dan mencintainya sebagai sahabat nomor satu yang terkemuka, kesabaran Abu Bakar belumlah bisa menyamai kesabaran Rasulullah Saw. Rasulullah Saw tidak pernah terpancing kemurkaanya, jika penghinaan dan pelecehan itu ditujukan pada diri Rasulullah Saw sendiri. Lain jika pelecehan dan penghinaan sudah mengarah pada agama Islam yang didakwahkannya, maka Rasulullah akan segera naik pitam, dan segera membalas penghinaan terhadap agama itu, setelah tidak berhasil berdamai di meja perundingan.
Dari Abu Bakar sebenarnya sudah berusaha menyetarakan akhlaknya dengan akhlak Rasulullah Saw. Namun Abu Bakar tetaplah manusia (bukan nabi), dimana setan masih bisa merayunya untuk membalas sebuah cacian atau makian seseorang yang diarahkan kepadanya. Sedangkan Rasulullah Saw, setan tak mampu lagi menggodanya, karena mukjizat dan nur nubuwwah yang terpancarr di wajahnya. Tetapi beliau tetap tidak suka melihat Abu Bakar terpancing emosinya ketika ada orang yang mempermainkan perasaannya.
Peristiwa itu telah terjadi, sebagaimana yang diriwayatakan dari Abu Hurairah ra, ia berkata: “Pada suatu ketika ada seseorang yang mencaci maki Abu Bakar dan Rasulullah Saw sedang duduk (bersamanya), lalu Rasulullah Saw merasa kagum dan tersenyum (melihat kesabaran Abu Bakar), tetapi ketika orang tersebut terus menerus mencacinya, maka Abu Bakar sedikit membalasnya.”
Tiba-tiba murkalah Rasulullah Saw lalu beliau bangkit dan pergi meninggalkan Abu Bakar. Kemudian Abu Bakarr mengikutinya dan berkata: “Wahai Rasulullah, ketika ia sedang mencaciku engkau duduk (terdiam), tetapi ketika aku sedikit membalasnya (kenapa) engkau menjadi murka dan bangkit?”
Maka Rasulullah Saw menjawab:
انَّهُ كَانَ مَعَكَ مَلَكٌ يَرُدٌّ عَنْكَ فََلَمَّا رَدَدْتَ عَلَيْهِ بَعْضَ قَوْلِهِ وَقَعَ الشَّيْطَانُ فَلَمْ أَكُنْ لِأَقْعُدَ مَعَ الشَّيْطَانِ  
“Sungguh malaikat bersamamu membela dirimu, tetapi ketika engkau membalas sebagian celaan itu, maka datanglah setan, aku tidak sudi duduk bersama setan.”
Kemudian beliau bersabda: “Wahai Abu Bakar, ada tiga kelompok manusia yang semuanya adalah benar, 1) tidak seorang pun yang dianiaya dengan suatu kedzaliman lalu ia menerimanya (dengan tabah) karena Allah kecuali Allah pasti akan memberinya kemenangan yang mulia, 2) tidak seorang pun yang membuka pintu sedekah dengan tujuan ingin menyambung tali silaturrahim kecuali Allah pasti akan memperbanyak jumlah hartanya, dan 3) tidak seorang pun yang membuka pintu minta-minta dengan tujuan ingin mengumpulkannya kecuali Allah pasti akan menjadikannya bertambah sedikit.” (HR. Imam Ahmad).
Rasulullah Saw sangat menyukai orang-orang yang sabar, karena dibalik sifat sabar itu, ternyata tersimpan keberkahan yang demikan agung dan mulia. Contohnya sebagaimana yang tertulis dalam hadits di atas, bahwa kedzaliman yang menimpa diri seseorang dan diterimanya dengan lapang dada, maka Allah akan mengangkat derajat orang tersebut ke arah yang lebih mulia dan dimuliakan.

Labels:

Post a Comment

Streamtosoccer.com

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget