Halloween Costume ideas 2015

Belajar dan Pembelajaran


Belajar ialah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.[1]
Belajar secara umum diartikan sebagai perubahan pada individu yang terjadi melalui pengalaman dan bukan karena pertumbuhan atau perkembangan tubuhnya atau karakteristik seseorang sejak lahir.[2]
Sedangkan menurut Hilgard seperti dikutip Wina Sanjaya menyatakan: “Learning is the process by which an activity originates or changed through training procedures (whether in the laboratory or in the natural environment) as distinguished from changes by factors not attributable to training”. [3]
Islam sebagai agama sangat menekankan pentingnya belajar. Karena dengan belajar seseorang akan mengerti dan memahami segala sesuatu. Kata-kata kunci, seperti ya’qilun, yatafakkarun, yubshirun, yasma’un dan sebagainnya yang terdapat dalam Al Qur’an, merupakan bukti betapa pentingnya penggunaan fungsi ranah cipta dan karsa manusia dalam belajar dan meraih ilmu pengetahuan.[4]
Dari beberapa definisi belajar di atas dapat disimpulkan bahwa belajar merupakan proses perubahan yang tidak terpengaruh pertumbuhan, perkembangan fisik atau karakter seseorang, akan tetapi perubahan dilihat dari pengetahuan, perilaku dan keterampilan seseorang melalui pengalaman interaksi dengan individu lainnya baik dilakukan sengaja maupun tidak sengaja berlangsung sepanjang waktu dan membawa perubahan pada diri siswa. Belajar tidak terbatas hanya di kelas, laboratorium, sarana belajar, perpustakaan dan ruang penunjang belajar di sekolah. Belajar bisa dilakukan dimana saja tanpa terbatas waktu dan tempat.
Perubahan yang terjadi bisa dilihat dari perubahan kemampuan atau kompetensi yang dimiliki siswa. Seperti, awalnya siswa tidak mengerti menjadi mengerti, kepribadiannya buruk menjadi baik, dan keterampilannya kurang menjadi memuaskan. Islam memerintahkan manusia untuk terus belajar.
Meskipun hasil perubahan dapat dilihat, selama proses belajar perubahan itu tidak dapat dilihat dan disaksikan. Siswa yang ketika guru menjelaskan suatu materi pelajaran nampaknya memerhatikan guru dengan serius bahkan diringi anggukan kepala belum tentu memahami materi pelajaran. Mungkin siswa lelah, takut karena guru galak, pura-pura mengerti, atau ingin mengambil simpati guru saja.
Kata dasar “pembelajaran” adalah belajar. Dalam arti sempit pembelajaran dapat diartikan sebagai suatu proses atau cara yang dilakukan agar seseorang dapat melakukan kegiatan belajar. Sedangkan belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku karena interaksi individu dengan lingkungan dan pengalaman.[5]
Menurut Iwan Purwanto, “Pembelajaran merupakan inti dan muara segenap proses pengelolaan pendidikan. Kualitas sebuah lembaga pendidikan hakikatnya diukur dari kualitas proses pembelajarannya, disamping output dan outcome yang dihasilkan”.[6]
Pembelajaran merupakan usaha sadar dari seorang guru untuk membelajarkan siswanya dalam upaya mencapai tujuan yang diharapkan bersama.[7] Proses kegiatan yang memungkinkan guru dapat mengajar dan siswa dapat menerima materi pelajaran yang diajarkan oleh guru secara sistematis dan saling memengaruhi dalam kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang diinginkan pada suatu lingkungan belajar.[8] Guru dan siswa tidak berdiri secara sendiri-sendiri, masing-masing saling memiliki keterkaitan. Guru dan siswa menjadi partner yang baik, dimana komunikasi dan interaksi harus terjadi untuk mencapai tujuan yang ditetapkan sebelumnya.




[1]Slameto, Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2010), Cet. V, h. 2
[2]Trianto, Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif: Konsep, Landasan dan Implementasinya pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2013), Cet. VI, h. 16
[3]Wina Sanjaya, Kurikulum dan Pembelajaran: Teori dan Praktik Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2013), Cet. V, h. 235
[4]Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2011), Cet. XVII, h. 99
[5]Zainal Arifin, Evaluasi Pembelajaran, (Jakarta: Kemenag RI, 2012), Cet. II, h. 12
[6]Iwan Purwanto, Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial, (Jakarta: FITK UIN Jakarta, 2014), h. 45
[7]Trianto, op. cit., h. 17
[8]A. Rusdiana dan Yeti Heryati, Pendidikan Profesi Keguruan Menjadi Guru Inspiratif dan Inovatif, (Bandung: CV. Pustaka Setia, 2015), h. 146-147

Labels:

Post a Comment

Streamtosoccer.com

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget