IPS sebagai ilmu pengetahuan baru mulai
diketengahkan dalam kurikulum sekolah tahun 1975 (SMP-SMA) dan tahun 1976
(SPG). Mata pelajaran ini berperan memfungsionalkan dan merealisasikan
ilmu-ilmu sosial yang bersifat teoretik ke dalam kehidupan nyata di masyarakat.[1]
Ada beberapa pengertian atau definisi yang
disampaikan oleh para ahli, di antaranya adalah sebagai berikut:
·
Moeljono Cokrodikarjo mengemukakan bahwa
IPS adalah perwujudan dari suatu pendekatan interdisipliner dari ilmu sosial.
IPS merupakan integrasi dari berbagai cabang ilmu sosial yakni sosiologi,
antropologi, budaya, psikologi, sejarah, geografi, ekonomi ilmu politik dan
ekologi manusia yang diformulasikan untuk tujuan intruksional dengan materi dan
tujuan yang disederhanakan agar mudah dipelajari.[2]
·
Nu’man Somantri mengemukakan pendidikan IPS
adalah penyederhanaan disiplin ilmu-ilmu sosial, ideologi Negara dan disiplin
ilmu lainnya serta masalah-masalah sosial terkait yang diorganisasikan dan
disajikan secara ilmiah dan psikologis untuk tujuan pendidikan pada tingkat
dasar dan menengah.[3]
·
A. Kosasih Djahiri merumuskan IPS merupakan
ilmu pengetahuan yang memadukan sejumlah konsep pilihan dari cabang-cabang ilmu
sosial dan ilmu lainnya kemudian diolah berdasarkan prinsip pendidikan dan
didaktik untuk dijadikan program pengajaran pada tingkat persekolahan.[4]
·
S.
Nasution mendefinisikan IPS sebagai pelajaran yang merupakan fusi atau
paduan sejumlah mata pelajaran sosial. Dinyatakan bahwa IPS merupakan bagian
kurikulum sekolah yang berhubungan degnan peran manusia dalam masyarakat yang
terdiri atas berbagai subjek sejarah, ekonomi, geografi, sosiologi, antropologi,
dan psikologi sosial.[5]
·
Kurikulum 2006 (KTSP) menjelaskan bahwa IPS
adalah salah satu mata pelajaran yang diberikan mulai dari SD/MI/SDLB sampai
SMP/MTs/SMPLB. IPS mengkaji seperangkat isu sosial. Pada jenjang SD/MI mata
pelajaran IPS memuat materi geografi, sejarah, sosiologi dan ekonomi. Melalui
mata pelajaran IPS, peserta didik diarahkan untuk dapat menjadi warga negara
Indonesia yang demokrasi dan bertanggung jawab, serta warga dunia yang cinta
damai.[6]
Ciri khas IPS sebagai mata pelajaran pada
jenjang pendidikan dasar dan menengah bersifat terpadu (integrated) dari
beberapa mata pelajaran sejarah, geografi, ekonomi, sosiologi, antropologi,
politik-pemerintahan dan aspek psikologi sosial yang terpisah menjadi satu
kesatuan dengan tujuan agar mata pelajaran ini lebih bermakna maka disesuaikan
dengan lingkungan dan kebutuhan siswa.[7]
Berdasarkan beberapa definisi yang
disampaikan para ahli dan pernyataan di atas tersebut dapat disimpulkan bahwa
IPS merupakan mata pelajaran yang terbentuk dari beberapa ilmu sosial
diantaranya, ekonomi, geografi, sosiologi, sejarah, psikologi dan antropologi.
Sedangkan pada jenjang SD/MI mata pelajaran IPS memuat materi ekonomi, sejarah,
geografi, dan sosiologi.
[1]Sapriya, Dadang Sundawa, dan Iim Siti Masyitoh, Pembelajaran
dan Evaluasi Hasi Belajar IPS, (Bandung: UPI Press, 2006), h. 3
[2]Iwan Purwanto, Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial,
(Jakarta: FITK UIN Jakarta, 2014), h. 4
[3]Sapriya, Dadang Sundawa, dan Iim Siti Masyitoh, op.
cit., h. 7
[5]Iwan Purwanto, loc. cit.
[6]Sapriya, Dadang Sundawa, dan Iim Siti Masyitoh, loc.
cit.
[7]Iwan Purwanto, op. cit., h. 3

Post a Comment