Halloween Costume ideas 2015

Bibel Buat Bangsa Israel


Ribuan tahun yang lalu, kebesaran bangsa Israel, termasuk kekayaan dan kekuatannya telah dijanjikan oleh Tuhan kepada Ibrahim as. Ini tercantum dalam Bibel, Bibel menjanjikan sebuah bangsa bagi anak-anak Israel. Bangsa lain hanya disebut sedikit, itu pun yang kontak dengan Israel.

Bibel banyak bercerita tetang Israel dan Tuhannya. Dia diilhami oleh Ibrahim as, Isa as, dan Yakub as, untuk hanya menulis tentang Israel secara khusus, hingga Perjanjian Baru ditulis oleh orang Israel ini.

Sebelum Musa as lahir, tidak ada satu bangsa pun di muka bumi ini diketahui sebagai bangsa utama yang ditunjuk Tuhan. Malah tak satu pun yang menuliskan kata Tuhan. Dan, kitab suci pun belum ada. Jadi, lebih dari 2500 tahun manusia ada tanpa sepotong pun perjanjian dan ayat Tuhan.

Hanya sejarah seseorang yang hidup sebelum Israel yang diceritakan dalam Bibel. Bahkan hanya sebelas bab pertama dari lima puluh bab dalam Kitab Kejadian menyangkut sejarah dunia sebelum datangnya Ibrahim as. Jadi, hanya pada sebelas bab pertama yang meliputi sejarah tentang 2000 tahun pertama.

Tuhan mengisi dunia dengan satu orang yaitu Adam as. Kebesaran Tuhan, dari satu orang ini menjadi berjuta manusia. Kepada satu orang ini Tuhan berkomunikasi. Tuhan memberikan ilmu pengetahuan.

Sebagai manusia ada jalan mengikuti inspirasi yang diberikan syaitan. Sebelum Ibrahim as, ada tiga yang mau menerima pandangan hidup menurut Tuhan selama lebih sepertiga dari seluruh perjalanan sejarah manusia. Habil disebut pihak yang benar, sedangkan Enoh berjalan bersama dengan Tuhan dan Nuh as. Mereka yang menyuarakan kebenaran, setia dan taat kepada ajaran Tuhan (lihat Mazmur 119:172).

Di samping ketiga ini tidak ada lagi catatan tentang manusia sebelum Ibrahim as yang menghasilkan undang-undang abadi. Menjelang saat datangnya Ibrahim as manusia telah kehilangan pengetahuan tentang kebenaran Tuhan Maha Pencipta, ajaran-Nya, dan berbagai tujuan yang dinyatkan dalam menciptakan manusia dan bagaimana jalan Tuhan mengarah kepada perdamaian serta kebahagian dan kehidupan yang abadi. Manusia hanya mengejar jalannya sendiri. Berjalan berlawanan arah dengan undang-undang Tuhan.

Dalam keadaan dunia seperti ini, Tuhan memerintahkan Ibrahim as:
“Berfirmanlah Tuhan kepada Abraham: “Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri  yang akan kutunjukkan kepadamu, Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur dan engkau akan menjadi berkat.”
(Kejadian 12: 1-2)

Di sini ada satu perintah yang mengandung persyaratan dan janji. Hingga kini diketahui bahwa Tuhan telah memenuhi dunia yang bermula dari satu orang. Dia mulai menunjuk dan membesarkan bangsa yang Ia pilih di dunia ini dari satu orang saja yaitu Ibrahim as. Adakah Ibrahim as berhenti untuk menyampaikan argumentasi dan alasannya? Adakah di berkata: “Berikan kami kesempatan untuk menyampaikan alasan. Saya kini hidup di negara Babilonia. Di pusat niaga dunia, pada masyarakat dan kesukacittaan. Mengapa Engkau tidak menjanjikan kepadaku di sini, yang segala sesuatu begitu menyenangkan dan banyak pemikatnya? Mengapa saya harus meninggalkan semua ini untuk pergi ke suatu tanah yang belum punya peradaban?”

Wahyu mengatakan:
“Nah, Ibrahim, berangkatlah.”
Ibrahim berangkat. Tidak ada yang perlu dipertanyakan.

Tentang lahirnya sebuah bangsa ini, Israel, telah disebutkan: “Umat yang Kubentuk bagi-Ku, akan memberitakan kemasyhuran-Ku.”
(Yesaya 43: 21)

Bersambung…

Disadur dari buku:
Yahudi Riwayatmu Dulu, hal 16-18
oleh DR. H. Lukman Saksono, M.Sc

Labels:

Post a Comment

Streamtosoccer.com

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget