Ribuan tahun yang lalu, kebesaran
bangsa Israel, termasuk kekayaan dan kekuatannya telah dijanjikan oleh Tuhan
kepada Ibrahim as. Ini tercantum dalam Bibel, Bibel menjanjikan sebuah bangsa
bagi anak-anak Israel. Bangsa lain hanya disebut sedikit, itu pun yang kontak
dengan Israel.
Bibel banyak bercerita tetang Israel
dan Tuhannya. Dia diilhami oleh Ibrahim as, Isa as, dan Yakub as, untuk hanya
menulis tentang Israel secara khusus, hingga Perjanjian Baru ditulis oleh orang
Israel ini.
Sebelum Musa as lahir, tidak ada satu
bangsa pun di muka bumi ini diketahui sebagai bangsa utama yang ditunjuk Tuhan.
Malah tak satu pun yang menuliskan kata Tuhan. Dan, kitab suci pun belum ada. Jadi,
lebih dari 2500 tahun manusia ada tanpa sepotong pun perjanjian dan ayat Tuhan.
Hanya sejarah seseorang yang hidup
sebelum Israel yang diceritakan dalam Bibel. Bahkan hanya sebelas bab pertama
dari lima puluh bab dalam Kitab Kejadian menyangkut sejarah dunia sebelum
datangnya Ibrahim as. Jadi, hanya pada sebelas bab pertama yang meliputi
sejarah tentang 2000 tahun pertama.
Tuhan mengisi dunia dengan satu orang
yaitu Adam as. Kebesaran Tuhan, dari satu orang ini menjadi berjuta manusia. Kepada
satu orang ini Tuhan berkomunikasi. Tuhan memberikan ilmu pengetahuan.
Sebagai manusia ada jalan mengikuti inspirasi
yang diberikan syaitan. Sebelum Ibrahim as, ada tiga yang mau menerima pandangan
hidup menurut Tuhan selama lebih sepertiga dari seluruh perjalanan sejarah
manusia. Habil disebut pihak yang benar, sedangkan Enoh berjalan bersama dengan
Tuhan dan Nuh as. Mereka yang menyuarakan kebenaran, setia dan taat kepada
ajaran Tuhan (lihat Mazmur 119:172).
Di samping ketiga ini tidak ada lagi
catatan tentang manusia sebelum Ibrahim as yang menghasilkan undang-undang
abadi. Menjelang saat datangnya Ibrahim as manusia telah kehilangan pengetahuan
tentang kebenaran Tuhan Maha Pencipta, ajaran-Nya, dan berbagai tujuan yang
dinyatkan dalam menciptakan manusia dan bagaimana jalan Tuhan mengarah kepada
perdamaian serta kebahagian dan kehidupan yang abadi. Manusia hanya mengejar
jalannya sendiri. Berjalan berlawanan arah dengan undang-undang Tuhan.
Dalam keadaan dunia seperti ini, Tuhan
memerintahkan Ibrahim as:
“Berfirmanlah Tuhan kepada Abraham: “Pergilah
dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan kutunjukkan kepadamu, Aku akan
membuat engkau menjadi bangsa yang besar dan memberkati engkau serta membuat
namamu masyhur dan engkau akan menjadi berkat.”
(Kejadian 12: 1-2)
Di sini ada satu perintah yang
mengandung persyaratan dan janji. Hingga kini diketahui bahwa Tuhan telah
memenuhi dunia yang bermula dari satu orang. Dia mulai menunjuk dan membesarkan
bangsa yang Ia pilih di dunia ini dari satu orang saja yaitu Ibrahim as. Adakah
Ibrahim as berhenti untuk menyampaikan argumentasi dan alasannya? Adakah di
berkata: “Berikan kami kesempatan untuk menyampaikan alasan. Saya kini hidup di
negara Babilonia. Di pusat niaga dunia, pada masyarakat dan kesukacittaan. Mengapa
Engkau tidak menjanjikan kepadaku di sini, yang segala sesuatu begitu
menyenangkan dan banyak pemikatnya? Mengapa saya harus meninggalkan semua ini
untuk pergi ke suatu tanah yang belum punya peradaban?”
Wahyu mengatakan:
“Nah, Ibrahim, berangkatlah.”
Ibrahim berangkat. Tidak ada yang
perlu dipertanyakan.
Tentang lahirnya sebuah bangsa ini,
Israel, telah disebutkan: “Umat yang Kubentuk bagi-Ku, akan memberitakan
kemasyhuran-Ku.”
(Yesaya 43: 21)
Bersambung…
Disadur
dari buku:
Yahudi Riwayatmu Dulu, hal 16-18
Yahudi Riwayatmu Dulu, hal 16-18
oleh
DR. H. Lukman Saksono, M.Sc

Post a Comment