Pembelajaran
kooperatif berbeda dengan pembelajaran yang lain. Dalam pembelajaran kooperatif
proses kerja sama dalam kelompok lebih ditekankan. Tidak hanya kemampuan akademik
dalam penguasaan materi secara individu, tetapi adanya unsur kerja sama untuk
penguasaan materi tersebut menjadi ciri khas pembelajaran kooperatif.
Terdapat
lima macam metode belajar kooperatif yang berhasil dikembangkan para peneliti
pendidikan di John Hopkins University yaitu: STAD (Student Teams Achievement
Division), TGT (Team Games Tournament), TAI (Team Accelerated
Instruction), CIRC (Cooperative Integrated Reading & Composition)
dan Jigsaw. Tiga diantaranya yaitu TGT, STAD, dan Jigsaw dapat diterapkan pada
hamper seluruh subyek mata pelajaran, sedangkan TAI dan CIRC digunakan pada
subyek mata pelajaran tertentu.
1)
STAD (Student Teams Achievement Division)
Student
Teams Achievement Division (STAD) merupakan pendekatan kooperatif yang paling sederhana.
Dalam metode ini, siswa dibagi dalam bentuk kelompok beranggotakan 4-5 orang
yang berbeda jenis kelamin, etnis dan kemampuan. Guru menyajikan informasi
akademik baru kepada siswa setiap minggu menggunakan presentasi verbal atau
teks. Secara individual setiap 2 minggu siswa diberi kuis. Kuis itu di skor
perkembangan.
2)
Jigsaw
Materi
pembelajaran diberikan kepada siswa dalam bentuk teks. Setiap anggota
bertanggungjawab untuk mempelajari bagian tertentu yang diberikan. Jigsaw
terdiri dari lima langkah, yaitu mahasiswa membaca dan mengkaji bahan ajar,
diskusi kelompok ahli, diskusi kelompok mahasiswa (homogen), tes/kuis, dan
penguatan dari guru.
3)
TGT (Team Games Tournament)
TGT
hampir sama dengan STAD, namun dalam TGT tidak menggunakan kuis atau silang
tanya melainkan menggunakan turnamen atau lomba mingguan. Dalam lomba itu siswa
berkompetisi dengan anggota tim lain agar dapat menyumbangkan poin pada skor
mereka. TGT terdiri dari empat langkah, yaitu identifikasi masalah, pembahasan
masalah dalam kelompok, presentasi hasil bahasan kelompok (turnamen), dan
penguatan dari guru.
4)
TAI (Team Accelerated Instruction)
Teknik
ini menggabungkan metode belajar kelompok dengan belajar secara individu. Tiap
anggota kelompok akan diberi soal-soal bertahap yang harus mereka kerjakan
sendiri-sendiri dalam kelompoknya. Setelah itu, hasil pekerjaaan mereka
diperiksa oleh anggota tim yang lain. Jika seorang siswa telah mampu
mengerjakan soal dalam satu tahap, maka ia diperbolehkan untuk mengerjakan soal
selanjutnya dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi. Namun jika ia belum
mampu menjawab suatu soal, maka ia harus mengerjakan kembali soal yang tingkat
kesulitannya sama sebelum ia melanjutkan ke soal yang lebih sulit.
5)
CIRC (Cooperative Integrated Reading &
Composition)
Teknik
ini sejenis dengan TAI, namun hanya ditekankan pada pengajaran membaca, menulis
dan tata bahasa. Aktivitas CIRC terdiri dari siswa mengikuti urutan instruksi
guru, latihan tim, asesmen awal tim dan kuis.
Selain
lima macam bentuk pembelajaran kooperatif di atas, terdapat beberapa
pembelajaran kooperatif lain yakni Group Investigation, Learning Together
dan lain sebagainya.[1]
[1] Zulfiani, dkk., Strategi Pembelajaran Sains, (Jakarta
: Lembaga Penelitian UIN Jakarta, 2009), cet. I, h. 137-138

Post a Comment