Halloween Costume ideas 2015

Macam-Macam Pembelajaran Kooperatif


Pembelajaran kooperatif berbeda dengan pembelajaran yang lain. Dalam pembelajaran kooperatif proses kerja sama dalam kelompok lebih ditekankan. Tidak hanya kemampuan akademik dalam penguasaan materi secara individu, tetapi adanya unsur kerja sama untuk penguasaan materi tersebut menjadi ciri khas pembelajaran kooperatif.
Terdapat lima macam metode belajar kooperatif yang berhasil dikembangkan para peneliti pendidikan di John Hopkins University yaitu: STAD (Student Teams Achievement Division), TGT (Team Games Tournament), TAI (Team Accelerated Instruction), CIRC (Cooperative Integrated Reading & Composition) dan Jigsaw. Tiga diantaranya yaitu TGT, STAD, dan Jigsaw dapat diterapkan pada hamper seluruh subyek mata pelajaran, sedangkan TAI dan CIRC digunakan pada subyek mata pelajaran tertentu.
1)      STAD (Student Teams Achievement Division)
Student Teams Achievement Division (STAD) merupakan pendekatan kooperatif yang paling sederhana. Dalam metode ini, siswa dibagi dalam bentuk kelompok beranggotakan 4-5 orang yang berbeda jenis kelamin, etnis dan kemampuan. Guru menyajikan informasi akademik baru kepada siswa setiap minggu menggunakan presentasi verbal atau teks. Secara individual setiap 2 minggu siswa diberi kuis. Kuis itu di skor perkembangan.
2)      Jigsaw
Materi pembelajaran diberikan kepada siswa dalam bentuk teks. Setiap anggota bertanggungjawab untuk mempelajari bagian tertentu yang diberikan. Jigsaw terdiri dari lima langkah, yaitu mahasiswa membaca dan mengkaji bahan ajar, diskusi kelompok ahli, diskusi kelompok mahasiswa (homogen), tes/kuis, dan penguatan dari guru.
3)      TGT (Team Games Tournament)
TGT hampir sama dengan STAD, namun dalam TGT tidak menggunakan kuis atau silang tanya melainkan menggunakan turnamen atau lomba mingguan. Dalam lomba itu siswa berkompetisi dengan anggota tim lain agar dapat menyumbangkan poin pada skor mereka. TGT terdiri dari empat langkah, yaitu identifikasi masalah, pembahasan masalah dalam kelompok, presentasi hasil bahasan kelompok (turnamen), dan penguatan dari guru.
4)      TAI (Team Accelerated Instruction)
Teknik ini menggabungkan metode belajar kelompok dengan belajar secara individu. Tiap anggota kelompok akan diberi soal-soal bertahap yang harus mereka kerjakan sendiri-sendiri dalam kelompoknya. Setelah itu, hasil pekerjaaan mereka diperiksa oleh anggota tim yang lain. Jika seorang siswa telah mampu mengerjakan soal dalam satu tahap, maka ia diperbolehkan untuk mengerjakan soal selanjutnya dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi. Namun jika ia belum mampu menjawab suatu soal, maka ia harus mengerjakan kembali soal yang tingkat kesulitannya sama sebelum ia melanjutkan ke soal yang lebih sulit.
5)      CIRC (Cooperative Integrated Reading & Composition)
Teknik ini sejenis dengan TAI, namun hanya ditekankan pada pengajaran membaca, menulis dan tata bahasa. Aktivitas CIRC terdiri dari siswa mengikuti urutan instruksi guru, latihan tim, asesmen awal tim dan kuis.
Selain lima macam bentuk pembelajaran kooperatif di atas, terdapat beberapa pembelajaran kooperatif lain yakni Group Investigation, Learning Together dan lain sebagainya.[1]


[1] Zulfiani, dkk., Strategi Pembelajaran Sains, (Jakarta : Lembaga Penelitian UIN Jakarta, 2009), cet. I, h. 137-138

Labels:

Post a Comment

Streamtosoccer.com

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget